Menulis, sebuah aktivitas yang rasanya sudah lama sekali tidak kujalani. Semenjak menikah rasanya aku tidak mempunyai waktu untuk sekedar duduk di depan leptop, menuliskan segenap pemikiran pada keyboard leptop dan mempostingnya di blogku atau sekedar blog walking, mengunjungi dan membaca tulisan sahabat-sahabat maya maupun nyata di blognya masing-masing. Kalaupun duduk di depan leptop, biasanya kuhabiskan waktu untuk browsing menu yang akan kumasak hari itu, mencari resep masakan terbaru yang menarik atau mencari informasi perkembangan janin, mencoba mendapatkan gambaran perkembangan janin yang tengah kukandung saat ini. 

Aktivitas keseharian yang cukup padat dan kondisi tubuh yang kurang bersahabat di masa kehamilan membuatku harus menyesuaikan diri dengan waktu; menata kembali jadwal aktivitas dan waktu dan menyesuaikan dengan kondisi tubuh belum lagi di usia pernikahan yang belum genap setahun membuatku harus beradaptasi dengan pola fikir, kebiasaan dan aktivitas suami tercinta. Membangun sinergisitas dalam segala hal untuk mewujudkan keluarga kecil yang selalu dalam keberkahan Sang Penguasa kehidupan.

Pernikahan memang merubah segalanya, menuntut diri beradaptasi dengan banyak hal. Memasuki bulan ke Sembilan pernikahan, banyak hal yang kurasakan..jatuh cinta, bahagia, terharu, merasa beruntung, cemburu, kadang terselip juga rasa kesal, ingin marah, perasaan terkekang, atau perasaan yang tidak menyenangkan lainnya tapi semua itu terbingkai dalam rasa syukur yang menghadirkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Mengingat aku dan suamiku tinggal di kabupaten yang minim sarana dan fasilitas hiburan serta edukasi membuat kami bisa mengoptimalkan setiap moment kebersamaan yang ada menjadi sarana yang menyegarkan jiwa, membahagiakan hati. Subhanallah..walhamdulillah walailaha ilallah..Allahu akbar. Aah…nikmat mana lagi yang bisa kudustakan? Semoga diriku yang lemah ini bisa menjadi hamba yang selalu bersyukur atas apapun…. 🙂

 

 

Iklan