Lebih dua pekan pernikahanku sering kali masih mendapat sapaan dari keluarga dan sahabat yang selain menanyakan kabar pengantin baru, mereka juga menanyakan bagaimana rasanya menjadi seorang istri. Jujur saja kadang kebingungan menjawab pertanyaan yang satu ini karena sebenarnya aku pun masih mencoba mengakrabi status baruku ini dan sering kali aku menemukan kesadaran-kesadaran baru yang begitu memesona dan menakjubkan, kesadaran akan kekuasaan Sang Maha. Kesadaran yang membuatku begitu bersyukur dan berusaha melipat gandakan kesyukuran, baik dalam hati dengan lisan dan mewujudkan kesyukuran tersebut dalam perbuatan.

Ya, rasa syukurlah rasa yang paling menonjol dan mengesankan menjadi seorang istri. Bersyukur mendapati amal kebaikan yang Alhamdulillah, sedikit banyak mulai bertambah semenjak menikah dan rasa syukur atas begitu banyak kebaikan serta kemudahan yang Allah berikan sejak proses pernikahan ini. Semoga semua hal tersebut adalah salah satu tanda keberkahan pernikahanku dengan suamiku; keberkahan pernikahan kami!

Itu saja rasanya menjadi seorang istri? Tentu tidak, kawan! Berjuta rasa indah yang dirasakan seorang istri yang tengah jatuh cinta pada seorang lelaki yang disatukan oleh Allah dalam sebuah ikatan suci bernama pernikahan, namun tak semua hal yang dirasakan harus diungkapkan dan dibagi kepada publik. Kalaupun suatu saat, cerita-cerita indah itu harus dibagi tentu saja akan kulakukan namun bukan sekedar untuk didengar namun karena ada pelajaran maupun hikmah yang ingin diberikan agar menjadi suatu hal yang bermanfaat dan tentunya menambah amal kebaikan di Yaumil akhir nanti. Karena kita bukan selebriti yang setiap gambaran kehidupannya bisa diakses laksana ikan yang hidup di akuarium, biarlah kita menjadi selebriti di langit yang setiap cerita-cerita kebaikannya selalu dibicarakan seluruh penghuni langit…

Iklan