Setiap waktu yang bergulir mengantarkan diri menjalani setiap fase-fase dalam kehidupan, mulai dari jadi bayi imut yang lucu (ga tau kalau kalian yaaa….), balita yang menggemaskan, gadis kecil yang ceria, remaja yang bawel hingga tak terasa menjadi seorang perempuan dewasa yang cepat atau lambat akan menjalani perannya sebagai istri dan ibu. Nah…karena belakangan ini sering terima undangan nikah dan sering dapet berita bahagia seputar kelahiran buah hati, ditambah lagi (baca:sedang) sering baca lagi buku-buku pernikahan, belakangan jadi mikir gimana nanti jika masa-masa itu datang menghampiri. Masa di mana peranku sebagai perempuan bertambah yang berarti bertambah juga amanah-amanah yang harus ditunaikan. Kaya’nya berat banget yak? Hehehe…..

Kelak di suatu hari yang telah Allah tetapkan, seorang perempuan akan berperan sebagai istri. Dan jika masa itu datang menghampiri, aku berharap bisa menjadi sebaik-baik perhiasan dunia bagi suamiku, menjadi penyejuk pandangan mata dan hatinya, penentram jiwanya. Menjadi istri sekaligus sahabat yang setia mendengar cerita-ceritanya, menjadi istri sekaligus patner kerjanya mengelola organisasi yang bernama rumah tangga, menjadi istri sekaligus manager yang membantunya mengatur rumah, menjalankan berbagai peran yang mendukungnya untuk menjadi imam yang baik, saling mengisi dan melengkapi hingga menjadikan kami hamba-hamba yang layak di hadapan Allah.
Membaca lembar demi lembar, menikmati buku demi buku seputar pernikahan membuatku menyadari bahwa peran ini tidak mudah. Saat waktu itu menjemput, aku pasti lebih membutuhkanMU daripada saat ini dan dari masa-masa yang pernah kulalui. Bagaimana mungkin aku menjalani dan melaluinya dengan (setidaknya mendekati) sempurna jika tanpaMU dan hanya dengan bantuanMU semua yang terasa sulit dan berat menjadi mudah dan ringan….

Kelak di suatu hari yang telah Allah tetapkan, seorang perempuan akan bertambah perannya menjadi seorang ibu. Menerima titipan paling berharga dari Sang Maha sekaligus besar pertanggung-jawabannya. Menjadi madrasah pertama bagi anak-anak, membesarkan mereka dengan cinta dan kesabaran, menentukan baik atau buruk perangai mereka di masa yang akan datang, medidik mereka menjadi generasi Rabbani yang akan menjadi pewaris risalah mulia, menempanya hingga menjadi hamba yang layak dibanggakan Pemiliknya dan penyejuk mata serta hati kedua orangtuanya. Sungguh, jika kelak masa itu tiba..aku pasti membutuhkanMU lebih dari masa-masa sebelumnya yang pernah kulewati dalam hidupku. Bagaimana mungkin semua tanggung-jawab besar dan pekerjaan rumit itu dapat kulakukan tanpaMU walau sedetik. Dan hanya dengan kebersamaanMU dalam setiap tarikan dan hembusan nafas ini, semuanya akan menjadi mudah dan sederhana….

Ujian, baik yang bentuknya berupa kesenangan maupun kesulitan tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia sampai kelak kehidupan itu sendiri berakhir dan semakin bertambah keimanan seseorang maka akan semakin besar pula bentuk ujian kenaikan level keimanan yang dimiliki seseorang, karenanya kita akan lebih membutuhkan Allah lebih dari masa-masa yang pernah kita lalui sebelumnya. Karena bersandar padaNYA tak akan pernah membuat kita kecewa, melabuhkan semua asa dan mimpi padaNYA akan lebih menentramkan hati dan jiwa kita. Semoga dengan pertolongan dan kemudahan yang Allah berikan, kita termasuk orang-orang yang sukses menjadikan setiap momentum sebagai sarana meningkatkan cinta dan kualitas keimanan kita pada Allah. Selamat menikmati setiap fase dan ujian kehidupan yang Allah hadapkan pada kita, kawan…. 🙂

Iklan