Pernah ga sih ngerasa jengkel, kesel, bete’ apalagi sampe marah karena orang yang kita nasehatin (sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kita terhadapnya) ga mau dengerin omongan kita, di denger sih….tapi sekedar masuk ke telinga kanan trus keluar lagi deh dari telinga kirin alias ga dilakuin. Pasti pernah ngalaminnya deh dan rasanya bener-bener bikin gondok! (sok tau 😀 )

Setelah diamati lagi dengan lebih seksama (jiiiiaaah), ada dua penyebab utama hal seperti tersebut di atas bisa terjadi. Pertama,Karena kurangnya kedekatan kita kepada Sang Pemilik hati. Karena sesuatu yang keluar dari hati akan tepat mengenai hati, bayangkan jika kita jauh dari Allah maka besar kemungkinan apa yang keluar dari lisan kita bukan berasal dari hati yang dilandasi dengan keimanan namun sebaliknya bisa jadi yang keluar adalah dari keinginan dan nafsu kita. Nah, kalau ternyata kita ga termasuk kategori yang pertama tapi omongan kita teteup aja dicuexin, gimana dunk..?!? Bisa jadi hal tersebut disebabkan karena sebab selanjutnya, yaitu Kedua, Kita belum atau ga ngelaksanain seperti apa yang kita omongin dengan kata lain kita termasuk kategori orang NATO (No Action Talk Only). Bayangpun! (jangan lama-lama ya bayanginnya..) Mana ada yang mau dengerin omongan kita kalau kitanya sendiri jauh seperti yang kita contohkan, bukankah menasehati dengan contoh (qudwah) itu lebih efektif..?? Lagian Allah melaknat orang-orang yang mengatakan sesuatu tapi dia sendiri tidak melakukannya.

Hmmmm…..so, jadi bahan evaluasi bagi diri kita masing-masing agar setiap ucapan yang keluar dari lisan kita meninggalkan jejak-jejak yang baik di hati lawan bicara kita. Kalau kedua hal tersebut udah kita lakukan dan emang kagak ngepek juga, yaaaah….cuma bisa doa deh karena pada hakikatnya Allah lah yang mempunyai hak mutlak terhadap otoritas memberi hidayah kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

Iklan