Sore ini hatiku sesak oleh rasa yang tiba-tiba berdesakan, terbayang wajah ceriamu. Suaramu terasa masih begitu dekat, intonasi yang penuh semangat. Entah berapa lama kita tak berjumpa, tak saling bertukar cerita, tak saling membagi semangat, tak saling menasehati, aku tak ingat pasti namun rasanya cukup lama sehingga membuat hatiku penuh oleh rasa itu. Ku coba mengingat namun yang mampu kuingat adalah bahwa hubungan dan komunikasi antara kita saat ini tak sehangat masa-masa itu, masa di mana kita sering menghabiskan waktu bersama untuk berbagi mimpi…masa di mana kita selalu punya waktu khusus yang rutin untuk berbagi semangat…masa di mana engkau selalu berusaha meluangkan waktu untuk berbagi beban.

Sungguh aku ingin hubungan kita sedekat dan sehangat dulu, saat kita sering menghabiskan waktu bersama di ruang yang menjadi saksi kebersamaan kita dalam majelis ilmu, saat kita membangun mimpi tentang masa depan, saat kita jatuh-bangun dalam perjuangan mewujudkan setiap mimpi-mimpi akan indahnya masa depan itu. Namun perpisahan laksana jurang pemisah antara kita, membuat semuanya berubah..lalu yang sering kudengar adalah kata-kata pedas menusuk hati..sirna semua kedekatan dan kehangatan yang selama ini terjalin di antara kita. Dan perubahanmu, melukai hatiku…begitu dalam!

Aku tak mengerti mengapa sapaan hangat yang kadang kala ku kirim melalui pesan singkat hanya ditanggapi dingin atau saat aku rindu semangat dan optimisme yang selalu dapat kutanggap melalui suaramu kemudian saat aku menghubungimu melalui telfon pun pembicaraan yang terjadi akhirnya bergulir kaku dan hambar. Aku tak menemukan cinta, rindu, dan kehangatan persaudaraan pada suaramu. Ahhh….mungkin itu semua hanya perasaanku saja! Segera kutepis jika fikiran-fikiran jelek yang begitu mudah menghampiri.

Senja kali ini lirih kulafadzkan do’a rabithah dan biarlah kali ini hanya wajahmu saja yang memenuhi setiap baitnya. Karena ku ingin engkau merasakan rasa yang memenuhi dada ini dan kenangan yang sejak sore tadi menari-nari di kepalaku. Kali ini, izinkan aku berkata; RINDU! Ya, aku merindukanmu..teramat sangat!

dedicated to my 2nd murobbiyah; semoga Allah mempertemukan kita di JannahNYA, i love you coz of Allah

Iklan