Kadang kondisi yang sulit membuat kita kehilangan optimisme, padahal kita tidak tau pertolongan dan kemudahan seperti yang akan Allah berikan. Seperti kejadian yang aku alami dua pekan lalu ketika diadakan lomba untuk seluruh kelompok putri Taklim Rutin Kader tingkat kabupaten. Harusnya seluruh anggota kelompok hadir saat itu, karena masing-masing anggota telah memiliki tanggungjawab untuk ambil bagian dalam masing-masing kategori lomba.
Tapi realitasnya, hanya aku dan seorang teman yang bisa mengikuti agenda tersebut serta seorang akhwat lagi yang menyusul kemudian karena ada hal yang harus dikerjakan di kantor, sedangkan teman-teman yang lain mendadak izin tidak dapat menghadiri agenda tersebut. Lomba yang diadakan adalah cerdas cermat, hafalan Qur’an dan masak nasi goreng.

Malas rasanya ikut lomba hanya dengan dua orang anggota, lama aku membujuk diriku sendiri untuk beranjak pergi dan akhirnya aku berhasil berdamai dengan hati dan pergi juga ke tempat acara berlangsung meskipun jadi terlambat 1 jam (peringatan:contoh yang tidak baik,jadi jangan ditiru!!). Sesampainya di tempat acara, ternyata lomba cerdas cermat baru akan dimulai dan seorang temanku yang telah datang lebih dulu ternyata sudah mendaftarkan kelompok kami untuk ikut lomba. Awalnya kami sempat ragu mengikuti lomba karena kami hanya berdua, sedangkan yang lain komplit bertiga. Tapi karena forum sudah menyepakati (dan dengan sedikit memaksa) kami untuk tetap mengikuti perlombaan, bismillah..akhirnya kami memutuskan tetap mengikuti lomba cerdas cermat meski sebenarnya kami adalah utusan lomba masak. “Yaah…itung-itung meramaikan acara,Na..” aku coba menyemangati temanku, meski sebenarnya juga tengah menyemangati diriku sendiri.

Pertanyaan demi pertanyaan coba kami jawab dengan sebaik-baiknya meski sebelumnya kami sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk kategori lomba ini. Dan coba tebak….akhirnya kami masuk final meski sebelumnya harus melalui babak tambahan karena ada regu lain yang memperoleh nilai sama. Sebenarnya regu kami memutuskan untuk mengalah, mempersilahkan regu lain yang nilainya sama dengan kami untuk maju ke final karena kami punya tanggungjawab di lomba masak, lagipula…masuk final saja sudah lumayan bagi kami untuk ukuran orang yang sama sekali tidak prepare. Tapi ternyata panitia tetap mengadakan babak tambahan dan regu kamilah yang akhirnya harus bertanding kembali dengan dua kelompok lain yang memperoleh nilai lebih tinggi. Dan coba tebak lagi hasil akhir lomba cerdas cermat ini; benar-benar mengejutkan dan menggembirakan untuk kami, juara dua euy….!!! Alhamdulillah….

And now,lomba masak…weks,yang lain udah mulai masak tapi regu kami baru masuk dapur dan mengeluarkan peralatan masak. Alhamdulillah, pada kategori ini regu kami komplit bertiga… Karena panik terlambat memulai lomba (saat lomba masak mulai kami masih mengikuti babak tambahan di kategori cerdas cermat dan panitia tidak menyadari jika ada peserta lomba masak yang ketinggalan) ada saja yang membuat kami terhambat. Kompor gas error, lupa membawa sendok dan garpu, wajan kekecilan, aahh…kacau sekali. Akhirnya setelah berjibaku dengan peralatan dan bahan yang tidak seideal kami rencanakan sebelumnya, jadi juga nasi goring kreasi regu 10 yang jujur saja bentuknya paling berantakan di antara semua hasil karya peserta lomba masak (hiasan yang tidak ada nilai seninya, nasi yang terlalu lembek untuk ukuran nasi goreng dan dicetak persegi pula,ancuurrr….). Tapi jika boleh jujur lagi tentang taste-nya, tidak seburuk tampilannya, nasi goreng buatan regu kami Alhamdulillah rasanya unik dan enak karena bumbunya lebih terasa. Setelah menunggu akhirnya tibalah kami pada sesi pengumuman hasil lomba secara keseluruhan, termasuk lomba masak. Coba tebak…..kami juara 2!!! Alhamdulillah…….

Subhanallah….senang rasanya bisa memenangkan lomba-lomba ini meski akhirnya kami tidak mengirimkan delegasi untuk lomba Hafalan Qur’an. Tapi hanya dengan 3 orang anggota kelompok yang hadir, ternyata kami memenangkan 2 kategori lomba. Meski kami sadar betul bahwa kami menang lomba bukan semata-mata karena kami hebat tapi karena pertolongan Allah, bahkan mungkin karena Allah ingin memberi hadiah pada kami karena kami tidak menyerah dan tetap ikut berperan aktif dalam agenda tersebut.

Semoga cerita ini bisa sedikit memberikan isnpirasi untuk teman-teman yang membaca dan semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, sekecil apapun atau sesederhana apapun peristiwa yang kita alami itu. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas apapun yang Dia berikan, menyenangkan ataupun tidak hal itu.

Wallahu’alam wastaghfirullah….

reposting dari “rumah lama”;28 Agustus 2008,09:35

Iklan