Apakah menjadi perempuan harus bersolek..?
Aku tak suka bersolek;mengenakan lipstik mencolok, memulas kelopak mata dengan eyes shadow, mengusap pipi denga blush on, meratakan wajah dengan bedak setebal masker–dan entah apa lagi perlengkapan make up lainnya–. Meski aku merawat wajah yang dianugrahkan Tuhan padaku, aku lebih suka polesan tipis bedak dan pelembab bibir sekedar agar wajahku tetap “enak dilihat”. Hmm…baiklah, tak ku pungkiri sesekali ku lakukan agar terlihat lebih cantik.

Apakah menjadi perempuan harus mengenakan perhiasan..?
Aku tak suka mengenakannya meski aku senang melihat perhiasan yang begitu indah dengan berbagai model keluaran terbaru tapi sungguh, jangan paksa aku mengenakan cincin, kalung atau entah apalagi perhiasan lainnya karena aku tak suka, subang saja terpaksa kukenakan karena jika tidak kupakai akan membuat lubang tindikan telingaku buntet.

Apakah menjadi perempuan harus mengenakan pakaian seksi..?
Aku tak suka mengenakannya hanya untuk menunjukkan lekuk tubuhku, seolah ingin menunjukkan sebagai bukti bahwa anatomi tubuhku memang perampuan namun aku sangat memperhatikan pakaian yang akan kukenakan, padu padan warna dan kebersihannya agar membuatku tetap nyaman mengenakannya.

Apakah menjadi perempuan harus bisa memasak..?
Aku senang memasak tapi bukan karena tuntutan “keperempuanan” ku tapi lebih karena aku memang menyukainya, mencoba resep-resep kue atau masakan baru dan sesekali mendapat pujian atau masukan dari anggota keluarga atas hasil percobaan resepku; memberikan kesenangan dan kepuasan tersendiri!

Apakah menjadi perempuan harus pandai berbenah..?
Aku tak cakap berbenah, lalu bagaimana..? Aku lebih suka duduk di depan komputer, mengetik keyboard menuangkan isi kepalaku dalam sebuah tulisan atau searching artikel dan foto-foto menarik. Dan jangan pernah tanya lagi seberapa cakap aku merapikan dan menata ruangan karena aku sungguh tak bisa diandalkan dalam hal ini tapi aku tetap memperhatikan kebersihan ruangan. Tak normalkah..?

Apakah menjadi perempuan harus feminin..?
Aku suka petualangan, aktivitas di luar ruangan, hiking yang kata ibuku tidak identik dengan perempuan. Meski aku menyukai semua aktivitas yang katanya tidak feminin namun aku tidak pernah memungkiri kodrat dan fitrahku sebagai perempuan. Tak cukupkah…??

Aku Perempuan;dengan segala sifat, kebiasaan, kesukaan atau ketidaksukaan, ketertarikan atau ketidak tertarikan terhadap suatu hal.
Aku Perempuan, tanpa penjelasan dan embel-embel apapun!

Iklan