sahabat!
antarkan aku ketepian samudera dimana riak-riak ombak berbuih menyentuh daratan di pantai, yang akan membuatku tertawa riang berkejaran dengannya….
dimana lautan pasir memberikan pijakan empuk untuk merasakan sejuknya angin daratan,
yang kabarkan berita serta ceritakan berjuta kisah petualangan dari negeri seberang…

dimana aku dapat melepaskan pandangan tiada berbatas di indahnya lautan biru tenang dan dalam, yang hanya ketulusan hati dapat menyelaminya….
dimana dapat kudengar dahsyatnya gemuruh ombak menghantam karang,
yang akan membuatku membenamkan gemuruh gundah di hatiku….

Sahabat!
Temani aku duduk di tepian samudera yang indah dan luas membentang,
Menanti terbitnya sang surya dari ufuk timur sembari merajut asa, berharap sinarnya berikan kehangatan optimisme…
Menatap burung-burung keluar dari sarang dan menyebar di luasnya bumi menjemput rizki yang telah dijanjikan Tuhannya,
Mengamati perahu-perahu nelayan yang mulai ramai menebar jala-jala peruntungan di awal hari itu berharap lebih banyak ikan tersangkut di sela-salanya,
Memperhatikan aktivitas pagi yang selalu mempunyai energi dan daya tarik tersendiri bagiku sembari berbagi cerita tentang mimpi-mimpi dan indahnya kampung abadi.

Sahabat!
Sekali lagi, temani aku sejenak di sini….
Saat senja di tepian samudera biru yang jingganya merona,
bisikkan pada kita bahwa waktu kan terus bergulir, selalu berputar…
Mengingatkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia yang fana ini.
Temani aku di sini, menatap lembayung yang mulai tenggelam lamat-lamat menuju peraduannya.
Seolah ingin labuhkan semua letihnya, menyandarkan lelahnya pada Sang Maha.
Temani aku di sini, menyambut malam yang mulai temaram menutup hari ini dengan senyuman terindah yang akan selalu menjadi ungkapan syukur atas kebersamaan yang indah.

Dan temani aku di sini, sahabat….
Hari ini,
Esok,
Dan seterusnya!

06-11-2010@00.24 WIB

Iklan