setelah sekian lama, ia datang lagi hari ini…
saat kukira ia tak akan pernah mengunjungiku lagi.
aku tak kuasa mencegah hadirnya yang tiba-tiba,
hadir dari mana saja ia suka…

pagi tadi ia hadir tepat di meja makan,
tiba-tiba saja muncul…ku coba bersikap wajar.
mungkin karena bosan beberapa saat kemudian ia pergi
tanpa sepatah katapun.

bulan terlihat indah, malam baru datang
tanpa kabar ia hadir lewat dinginnya angin malam.
malam yang panjang dan gerakan tubuh yang gelisah,
lelap…terlalu lelah membuatnya jenuh menggangguku.
jasad yang tertidur namun alam bawah sadar bercengkrama dengannya.

resah menanti embun pagi, melewati malam yang ganjil
mentari pagi selalu memberikan harapan baru..menyenangkan.
tapi pagi ini tak seperti biasa…terasa berbeda
karena ia datang berkunjung pagi ini..
menikmati kenangan-kenangan kebersamaan.

Hey…jangan menatapku seperti itu,
sungguh…bukan aku yang mengundangnya
bahkan aku tak pernah menginginkan hadirnya
bukan pula aku tak pernah menghardiknya pergi
terlalu sering dari yang kalian ketahui.

aku telah lelah melalui masa-masa sulit itu,
menolak hadirnya dan setiap detik mengusirnya
dan kini aku sudah terlalu lelah, teramat sangat.
pun semakin aku menolak hadirnya, ia malah semakin liar
kuputuskan untuk berdamai dengannya.

Ku biarkan ia datang dan pergi sesukanya
akhirnya ia lelah juga, jarang berkunjung
hingga akhirnya tanpa kabar ia pergi….
lama tak jua datang kembali bahkan sekedar menyapa
mungkin ia telah hilang;lega!

namun hari ini aku tau bahwa ia belum sepenuhnya menghilang,
ia datang lagi beberapa hari ini,
tak lama….hanya sekedar menyapa
namun ku harap tak ada yang perlu dirisaukan lagi
karena telah lama ku berdamai dengannya.

dengan sosok rasa bernama rindu,
karena waktu adalah obat paling mujarab.
ya…biarlah waktu yang menjadi penawar rasa itu,
meski tetap saja menimbulkan sesak dan helaan nafas panjang
karena aku memutuskan untuk berdamai dengan sosokmu;RINDU!

lebih dari itu aku telah mengambil keputusan itu; berdamai dengan takdir…..

Iklan