Wahai jiwa, sudahilah dukamu…
kemarilah…..duduk di sini bersamaku, kita bicara sejenak.
Jangan biarkan luka itu membuatmu rapuh dan terpuruk,
karena itu akan membuat jasad menjadi lemah.

Wahai jiwa….aku tau betapa sulit memafkan,
bahkan dapat kurasakan perih lukamu..
memang bukan hal mudah, apalagi memberikan sebuah kata terdiri dari empat huruf pada seorang yang telah menikammu dari belakang…..mengkhianati janji-janji yang dirapalkan lirih padamu.

Wahai jiwa….ku tau engkau bisa, sulit bukan berarti tak dapat bukan….?
bicaralah padaku….katakan sejujurnya, bukankah tak ada rahasia di antara kita.
aku sangat mengenalmu, karena kita satu.

Wahai jiwa, beristirahatlah sejenak tuk hilangkan letihmu…
namun jangan berlama-lama karena kita harus mengejar ketertinggalan
biarkan ikhlas merasukimu sedikit demi sedikit…
perlahan kata dengan empat huruf itu tak akan lagi menjadi sesuatu yang sulit.

Wahai jiwa, tersenyumlah…dan biarkan aura itu terpancar seperti dulu.
kita buktikan padaNYA bahwa kita sanggup melalui ujian keimanan kali ini,
tentu bukan sekedar lulus, tapi kita harus pastikan dapat meraih cintaNYA.
karena Dia tak pernah mengingkari janji….!

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. [QS.42:40]

Iklan