Penyesalan tak pernah datang menghampirimu di awal waktu,ia dapat dipastikan selalu menyapamu ketika semua kata tlah terujar….saat semua laku tlah dilakoni…..saat semua yang tak seharusnya kemudian menjadi keterlanjuran. Di antara teriakan nafsu dan jerit nurani…ia datang menyadarkan akal akan tangis mata hati….yg tertinggal hanya puing-puing lara karena semua yang telah hancur oleh kata dan sikap, menyisakan bara amarah di balik dinding-dinding hati yang kian rapuh.

Ketika hati ingin menggugat, tidakkah terlampau sering kita ingkari sekedar tuk menuruti akal yang mulai ditutupi nafsu. Dan tanpa sadar entah berapa hati yang tergores, luka….dengan lontaran kata-kata tajam bak ribuan pisau yang ditumpahkan dari langit atau karena keangkuhan, keegoisan dan entah apa nama sikap yang memporak-porandakan benteng hati; perih!

maaf……lalu hanya itu yang terlahir dari rahim sesal, bahkan ribuan kata itu terucap lirih namun tak jua dapat menyatukan mozaik asa dan mimpi yang tlah hancur berserakan…hanya menambah rasa perih dan sesak yang menggumpal di dada. Kesedihan yang tak bertepi akan khilaf yang terlanjur….dan di sini, di ujung sajadah ku mohon ampunanMu.

Iklan