Mozaik indah para syuhada tebarkan rindu aroma Firdaus,
nyanyian rindu para mujahid getarkan hati yang rindu pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa…
Cerita heroik pejuang fisabilillah gelorakan semangat jihad dalam dada,
derita saudara seIman yang teraniaya oleh yahudi laknatullah membuat tangan mengepal,
ingin rasanya ikut menghancurkan kera dungu dan hina yang telah menghinakan Islam..!!

Kesyahidan seorang ibu muda bernama Reema –pelaku bom syahid wanita pertama dari Brigade Izzudin Al-Qossam– mengajarkan pada kita tentang cinta, pengorbanan dan kesetiaan pada Agama dan Rabbnya….

Ketegaran Ibunda Khansa adalah tauladan bagi setiap ibu yang (akan) melahirkan generasi-generasi Rabbani, penerus perjuangan suci…

Duhai Sang Pemilik Waktu……….
Aku meridukan saat-saat itu,
saat di mana akan kupersembahkan putera-putera terbaik yang kudidik penuh cinta dengan Al-Qur’an sebagai Undang-undangnya,
sebagaimana Ibunda Khansa mewakafkan satu persatu putera tercintanya untuk menegakkan Panji Allah….
Aku rindu saat itu,
saat di mana aku akan menjadi penyemangat bagi kekasihku untuk selalu menjadi yang terdepan di medan laga, meraih kemenangan atau menyongsong kesyahidan…
Dan tentu saja aku sangat merindukan saat itu,
meraih syahidku….mempersembahkan jiwa dan ragaku demi kehormatan Islam,
menyongsong pertemuan dengan Sang Pemilik Jiwa….

Dan aku akan sangat merindukan pertemuan dengan kekasih dan putera-puteraku,
kami akan bercanda dan bercengkrama bersama dengan penuh kasih di tempat yang dinaungi Kasih sayang dan Cinta-NYA; Firdaus yang abadi…..

Dan sekarang yang bisa kulakukan adalah membangun jembatan untuk dapat meraih cita itu…..

Jakarta, 18 Maret 2007 [reposting from my first “home”]

Iklan