Agaknya badai akan datang menghampiri,
begitu jelas tanda-tandanya….
nanar menatap ujung pelangi,
mungkin pelangi pertama dan terakhir yang pernah kulihat.
Awan hitam menggelayut di antara rona merah senja,
ombak menerjang dinding hati, mulai mengganas….
angin menghentak nurani; bimbang.
takut mulai merayap, menggrogoti akal.

badai itu akhirnya datang….begitu dahsyat menerpa,
meninggalkan puing-puing asa.
sunyi……..lara oleh goresan luka.
semalaman, bibir itu tak putus melantunkan doa
berharap badai tak menerpa pelabuhan hatinya.
apa daya Sang Penguasa menghendaki hal berbeda.
semua rasa berkecamuk dalam benak;
sedih, marah, kecewa, terluka.
Tapi untuk apa dan pada siapa??
entahlah……ang kutau rasa itu nyata.
Kucoba bangkit dari sisa-sisa badai hatiku semalam,
menatap nanar pada siluet senja,
pantulan cahayanya mengenai mozaik asa dan mimpi yang berserakan.
rasanya sulit untuk menyatukannya kembali,
pun ia terlanjur hancur……
malam kembali datang, menyelimuti luka hati.
esok pagi mentari berjanji kan datang,
menyapa hati yang luka…
ku berdiri disini, sendiri….menunggu mentari esok hari.
–d’day;13042010–

Iklan